Yayasan Sanggar Seni Sampelaa Memukau dengan Pertunjukan Budaya di Pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati Morowali
- Aug 30, 2024
- Bayu Labua
Morowali, 30 Agustus 2024 - Pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Morowali untuk periode 2025-2030 yang berlangsung pada tanggal 28 dan 29 Agustus 2024 di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Morowali berlangsung meriah dan penuh dengan nuansa budaya lokal. Pada acara penting ini, Yayasan Sanggar Seni Sampelaa dipercaya untuk menjadi penyambut tamu, sebuah kehormatan yang mereka terima dengan penuh antusiasme. Kehadiran Sanggar Seni Sampelaa tidak hanya memperindah suasana pendaftaran, tetapi juga menegaskan pentingnya pelestarian seni dan budaya lokal di tengah proses demokrasi.
Para anggota sanggar tampil memukau dengan serangkaian pertunjukan yang mengangkat kebudayaan tradisional Morowali. Diiringi dengan alunan musik Ndengu-Ndengu yang khas, para penari membawakan tari Mompetomu dan Moma'ani dengan penuh semangat. Pertunjukan ini mampu menarik perhatian para tamu, termasuk para calon pemimpin daerah, para pendukung, dan masyarakat umum yang datang untuk menyaksikan proses pendaftaran.
Musik Ndengu-dengu adalah sebuah seni musik tradisional yang biasanya dimainkan untuk menyambut tamu atau pada acara-acara adat. Alat musik yang digunakan terdiri dari gendang, gong, pede-pede dan beberapa instrumen tradisional lainnya yang menciptakan irama khas dan meriah. Sedangkan tari Mompetomu dan Moma'ani adalah tari tradisional yang biasanya dipersembahkan pada acara-acara penting, seperti penyambutan tamu agung, dan sering kali melibatkan gerakan yang melambangkan keberanian dan kegagahan.
Ketua Yayasan Sanggar Seni Sampelaa, Asbarudin, menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada sanggar untuk berpartisipasi dalam acara yang sangat penting ini. "Kami merasa sangat bangga dapat ambil bagian dalam proses pendaftaran calon pemimpin daerah. Ini adalah bentuk kontribusi kecil kami dalam mendukung proses demokrasi, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Morowali kepada masyarakat luas," kata Asbarudin. Ia juga menambahkan bahwa kesempatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Sanggar Seni Sampelaa untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal.
Lebih lanjut, Ketua Yayasan Sanggar Sampela ini berharap agar pertunjukan seni dan budaya dapat menjadi bagian yang tak terpisahkan dari berbagai kegiatan masyarakat, termasuk dalam proses politik dan pemerintahan. "Seni dan budaya adalah identitas kita. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menunjukkan kekayaan tradisi, tetapi juga mengajarkan generasi muda tentang pentingnya melestarikan warisan leluhur," tambahnya.
Kehadiran Yayasan Sanggar Seni Sampelaa di acara ini juga disambut positif oleh masyarakat. Banyak yang merasa terhibur dan bangga dengan pertunjukan yang disajikan. "Ini adalah pengingat bahwa kita memiliki budaya yang kaya dan beragam. Sanggar Seni Sampelaa telah melakukan tugas yang luar biasa dalam melestarikan budaya kita," ujar salah satu warga yang hadir.
Secara keseluruhan, partisipasi Yayasan Sanggar Seni Sampelaa dalam acara pendaftaran calon bupati dan wakil bupati di KPU Kabupaten Morowali ini bukan hanya memeriahkan suasana, tetapi juga memperlihatkan bahwa seni dan budaya lokal memiliki peran penting dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam proses demokrasi. Dengan semakin seringnya budaya lokal diangkat dalam acara-acara penting seperti ini, diharapkan nilai-nilai tradisi dapat terus hidup dan diteruskan dari generasi ke generasi.