Morowali Tampilkan Kekayaan Budaya dalam Karnaval HUT ke-62 Sulteng di Palu
- Apr 14, 2026
- Bayu Labua
Palu, 13 April 2026 — Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali turut ambil bagian dalam Karnaval Budaya memperingati Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Palu. Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu Dalam Nawacita Berani Menuju Sulteng Nambaso” ini berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai kabupaten dan kota yang menampilkan keunikan budaya masing-masing.


Partisipasi Morowali dalam ajang tahunan ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan serta mempromosikan kekayaan budaya lokal di tingkat provinsi. Melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Pemuda Olahraga, Morowali menghadirkan arak-arakan karnaval budaya yang melibatkan sebanyak 25 peserta dengan konsep utama “Perayaan”.
Konsep tersebut diangkat sebagai simbol kebersamaan dan ungkapan rasa syukur masyarakat, yang diwujudkan melalui tampilan budaya khas Bungku seperti kina maulu dan bungamale. Kedua unsur budaya ini tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga sarat makna filosofis yang mencerminkan kehidupan sosial dan adat masyarakat setempat.
Selain menampilkan arak-arakan visual yang memukau, kontingen Morowali juga menghadirkan sajian budaya dalam bentuk kuliner tradisional. Dalam kesempatan tersebut, peserta menyerahkan kina maulu berupa kadominya serta aneka kue tradisional khas Bungku kepada Gubernur sulawesi tengah serta para tamu dan pengunjung. Sajian ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus media promosi yang efektif dalam memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat luas.

Keikutsertaan Morowali dalam kegiatan ini tidak hanya terbatas pada satu bidang, melainkan melibatkan tiga sektor sekaligus. Bidang Pariwisata menampilkan tari kreasi daerah yang menggambarkan dinamika budaya lokal dengan sentuhan modern,

Bidang Kebudayaan mengambil peran dalam arak-arakan karnaval, sementara Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) berpartisipasi dalam pameran UMKM pada Expo Sulteng yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT.

Sebelum keberangkatan menuju Palu, kontingen Morowali secara resmi dilepas oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Pemuda Olahraga. Pelepasan ini menjadi simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap upaya pelestarian budaya dan pengembangan potensi daerah melalui ajang promosi tingkat provinsi.
Dalam pelaksanaannya, Pemda Morowali mempercayakan Sanggar Seni Sampelaa sebagai perwakilan dalam karnaval budaya dan pertunjukan tari kreasi. Sanggar ini dikenal sebagai salah satu komunitas seni yang konsisten dalam menjaga, mengembangkan, dan melestarikan budaya serta tradisi lokal Morowali. Keterlibatan sanggar ini diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di hadapan publik yang lebih luas.
Partisipasi Morowali dalam Karnaval Budaya ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi daerah, baik dari segi budaya, pariwisata, maupun ekonomi kreatif. Melalui kegiatan ini, Morowali tidak hanya menampilkan kekayaan tradisi, tetapi juga membangun citra daerah yang aktif, kreatif, dan berdaya saing.
Ke depan, diharapkan kegiatan-kegiatan kebudayaan seperti ini dapat terus ditingkatkan, baik dari segi kualitas penyajian maupun dukungan terhadap para pelaku seni dan budaya. Selain itu, promosi pariwisata daerah juga diharapkan semakin diperkuat agar potensi wisata Morowali semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga nasional.
Pengembangan sektor ekonomi kreatif juga menjadi hal yang penting untuk terus didorong, terutama melalui keterlibatan UMKM dalam berbagai event daerah maupun nasional. Dengan dukungan yang berkelanjutan, diharapkan Morowali dapat lebih aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan serupa di masa mendatang, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya, peningkatan ekonomi masyarakat, serta kemajuan daerah secara keseluruhan.