Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Morowali Gelar Kemah Budaya Pertama di Morowali

  • Dec 21, 2024
  • Bayu Labua


Morowali, 15 September 2024 – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Morowali, bersama Sanggar Seni Sampelaa, sukses menggelar Kemah Budaya pertama di Kabupaten Morowali. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 15 September 2024 ini dilaksanakan di lokasi Kantor Kebudayaan Kabupaten Morowali dan diikuti oleh 11 sekolah dari berbagai wilayah di Kabupaten Morowali. Setiap sekolah mengirimkan 10 perwakilan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang telah disiapkan.

Kemah Budaya ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik, termasuk workshop tentang penggarapan musik tradisional kreasi baru yang dipandu oleh Asbarudin, Ketua Sanggar Seni Sampelaa.

Selain itu, peserta juga mengikuti workshop tentang penggarapan karya tari kreasi yang dibawakan oleh Amanda Rizki Ambrian, Ketua Bidang Tari di Sanggar Seni Sampelaa.

Kegiatan lainnya adalah pelatihan permainan tradisional, seperti mesikuti, mekarudo, dan mekai-kai dahu, yang dipandu oleh Sobri dan Tauhid Azis, pengawas di Sanggar Seni Sampelaa.

Tak ketinggalan, workshop tentang cagar budaya dan 10 OPK (Objek Pemajuan Kebudayaan) yang diberikan oleh Bapak Rafiudin Tengko.

Kegiatan ini semakin menarik dengan adanya lomba puisi bertemakan kebudayaan Morowali dan lomba foto yang mengangkat tema kearifan lokal. Peserta sangat antusias dalam mengikuti diskusi dan pemutaran film dokumenter "Jejak Budaya di Tanah Tobungku", yang memberikan wawasan lebih dalam tentang budaya lokal Morowali.

Sanggar Seni Sampelaa juga menyemarakkan acara dengan sejumlah persembahan musik dan tari yang menghibur peserta Kemah Budaya 2024. Upacara pembukaan dilaksanakan pada sore hari, di hadiri oleh ketua pebotoa adati tobungku, sekretaris Dewan kebudayaan dan  PJ Sekda Morowali bapak Abdul Wahit hasan yang meresmikan acara ini, serta meresmikan gedung baru Kantor Kebudayaan Kabupaten Morowali dan replika Masjid tua Lanona sebagai simbol pelestarian budaya setempat.

Kemah Budaya ini ditutup dengan malam pembakaran Hulu, sebuah simbol keberlanjutan dan pelestarian tradisi serta budaya Bungku di tanah Morowali. Kegiatan ini berjalan dengan meriah dan sukses, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan masyarakat yang hadir..